Death for Crime, Hail Justice!


Sewing a Trust Beneath the Skin…
5 March 2009, 6:51 pm
Filed under: Personal Case

Adalah menjalin suatu kepercayaan itu bagaikan menjahitkan benang ke dalam kulit. Prosesnya pelan dan hati-hati. Itulah yang Anda lakukan ketika Anda mencoba mempercayai seseorang. Rasa percaya Anda itu bagaikan benang yang Anda sulam, saling menyulur menembus kulit, dalam bentuk jalinan yang rumit. Dan ketika orang yang Anda percayai sepenuh hati itu mengkhianati Anda ~ apapun dalih alasannya ~ rasa sakitnya bagaikan ketika benang tersebut ditarik secara paksa sembari mengoyak kulit Anda, meninggalkan luka yang tetap akan berbekas selamanya.

Setidaknya itulah yang Saya rasakan ketika menulis postingan yang satu ini. Saya baru saja tahu bahwa Saya dikhianati habis-habisan 😦

Apapun yang berdiri kokoh pada dasarnya dia rapuh. Kebiasaan Saya untuk tetap berdiri tegak menantang langit seolah tak ada badai dan angin ribut macam apapun yang bisa menumbangkan Saya itu hanyalah kamuflase, gertakan saja. Makanya Saya butuh seseorang yang mau mendengarkan omongan saya, dan menyimpan rahasia Saya. Akan tetapi, sekali Anda mengatakan sesuatu yang Anda yakini sebagai rahasia pribadi yang vitalnya sama halnya dengan rahasia negara kepada orang lain yang bahkan berkali-kali berkata bahwa dia bersedia menyimpan rapat rahasia Anda ~ tetap saja analoginya Anda baru saja meneteskan setetes warna merah ke dalam air ~ merah itu langsung merebak, menyebar ke dalam air dengan tak terkendali.

Lalu Saya coba pelajari lagi, siapa sih yang bisa Saya percayai? Entahlah. Sampai sekarang Saya belum menemukan orang yang bisa Saya percaya. Tapi setidak-tidaknya Saya sudah mempelajari satu hal yang teramat penting; JANGAN TERLALU MUDAH PERCAYA DENGAN SESEORANG

God bless people who can keep someone else’s secret, and God bless people who can keep their promises

Advertisements

16 Comments so far
Leave a comment

dia bilang bahwa dia berjanji akan menjaga baik-baik rahasia saya. but promise is just merely promise. and promise my ass! karena ternyata dia membocorkan rahasia saya ke orang lain… feels like being stabbed in my back… 😥

Comment by Infinite Justice

I’m sorry to hear that 😦

Kita memang harus hati2 mengambil seseorang sebagai tmn kepercayaan..

Comment by ndarieindah

nice post

pengalaman selalu menyuguhkan hal2 baru bwt kita
teruslah berusaha mencari yg terpercaya 😀
salam

Comment by an9el

😀
gwa koq sering ngerasa gitu tapi ga pernah losing faith ttg percaya penuh pada orang lain.
since i believe in myself more than i believe others…
keep fighting for yourself! hehe.

Comment by The Bitch

hummm,
seriously,
cuma Tuhan dan diri kita sendiri yang bisa benar-benar kita percaya…

and i do believe in that…

Comment by yoan

Wah…. memang kita tidak bisa mempercayai 100% kepada siapapun. Ada yang tingkat kepercayaannya di bawah 5% tapi juga ada yang di atas 95%. Yang jelas yang dapat dipercaya 100% sangat sulit. Nah kata-kata saya ini tentu dapat dipercaya lebih dari 95% meskipun mungkin ada juga kesalahannya sebesar 5%. Huehehe…. :mrgreen:

Comment by Yari NK

orang menghargai kepercayaan saat ia dilukai oleh orang lain karenanya. saya jadi lebih menghargai kepercayaan dan berusaha jadi orang yang dipercaya, karena saya pernah pada posisi seperti anda. jadi jangan matikan asa itu bung… percayalah bahwa ada orang yang bisa dipercaya di dunia ini..

Comment by leo

pertanyaannya : apa kita juga menjaga kepercayaan orang lain ke diri kita sendiri…???

Comment by Moerz

@ ndarieindah : yep… I learnt that already.

@ an9el : uh, yeah. you’re absolutely rite. still looking around the one who I can entrust even my life in her hand…

@ The Bitch : bukan kejadian sekali-dua kali sih, jeng. tapi yang kali ini buat saya pribadi benar2 luar biasa. dan soal percaya penuh ke someone, saya masih belum ilang koq perasaan yang seperti itu. saya belajar banyak dari peristiwa ini, dan saya masih mencari someone yang bisa saya percaya sepenuh hati.

@ yoan : like what Inneke said; “Hanya Tuhan yang tidak akan membocorkan curhatan kita”, and yeah, now I trust my self much more than to anybody else :twist:

@ Yari NK : jah… jadi level kepercayaan saya ke orang lain sekarang jadi 5 persen saja… yang 95 persen adalah keyakinan saya bahwa orang yang kita jadiin tempat curhat itu bakal bocorin rahasia kita 😆

@ leo : maybe later I’ll think about that. yang pasti sekarang saya lagi down, dan lagi nggak mau percaya sama orang lain… in fact, I actually now seeking someone I can put my trust… jadi asa itu tetep ada. meski nggak heboh menyala sih 😉

@ Moerz : and here is the most fascinating question!!!! saya ini kurang lebih pernah jadi bak sampah… saya dengerin semua yang namanya curhatan termehek-mehek hingga rahasia kelam seseorang. and guess what? I lied to someone else just to keep someone’s top secret! sejatinya, teman saya tersebut percaya bahwa saya tidak akan pernah membocorkan rahasianya, jadi dia saking percayanya berlaku sewenang-wenang terhadap saya, tanpa memikirkan bahwa kalau saya sudah lepas kendali karena saking marahnya sama dia saya bakal bocorin rahasianya. saya hanya kepikiran bahwa saya tidak mau ngerusak hidup dia gara2 rahasianya ketahuan sama someone, jadi saya diam saja, dan bahkan berbohong ketika someone itu mulai ngerasa ada yang janggal sama temen saya tadi.

learn this; if you acted nice and polite to someone, just don’t you ever think and hope that ‘this’ someone will do the same nice thing to you…

belakangan saya bilang ke orang2 supaya jangan mudah mempercayakan rahasia kamu ke orang lain, termasuk ke saya. soalnya saya lagi enggak mudah dipercaya 😆

Comment by Infinite Justice

setelah kamu ngerasain gmn rasanya di khianati mungkin hal itu akan membuat kamu agar bsa ngejaga rahasia orang laen..

qm pinter bahasa inggris yha? ajrin dunk Ulangan harian aku aja nilai nya ancur..hehehe

Comment by newbiedika

Nice post!
u’re rite. Jangan mudah percaya orang lain.

Tapi terkadang kita memang butuh recycle bin yang bisa diandalkan.
eugh, tidak mudah mendapatkannya >.<

Comment by duniafannie

@ newbiedika : i wish i could do that… in fact, i hate to believe… dan aku juga lagi males dipercaya…

@ duniafannie : pengen punya bak sampah yang bahkan saya bisa merelakan dan mempercayakan nyawa saya ke dia… *merenung*

Comment by Infinite Justice

i’ve got 5 breathing, living and farting recycle bins. yet, there are 30 people consider me as their recycle bin.

*sigh*

rasah mbok jawab. aku mung iseng ra iso turu.

Comment by The Bitch

hmmm very painfull… tp percayalah.. tidak ada persahabatan tanpa sebuah kepentingan.. itu yg sy dapatkan selama berteman sp skrg ini…

Comment by kucingkeren

Memang…

Kalimat itu udah lama saya tahu dan pegang.

Jangan mudah percaya dg seseorang.
Bukan berarti kita jadi orang yang sulit mempercayai, tapi jadilah orang yang waspada. Lebih baik begitu dari pada kita menyesal nantinya. 🙂

Comment by Asop

@ kucingkeren : wah? 😯 jadi pertemanan itu dilandasi oleh kebutuha untuk memenuhi suatu kepentingan ta?

@ Asop : saya malah sudah terlajur nggak mau percaya sama orang tuh… 😦

Comment by Infinite Justice




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: