Death for Crime, Hail Justice!


I Ate Ramen As My Lunch
22 March 2009, 9:36 am
Filed under: Food Court, Judge! Judge! Judge!, Review & Hearing

Sooo I spent my day in Sapporo ramen with my friend. All started with a merely simple question; “Sapporo ramen e ikimasu ka?”. My friend nodded once, and replied; “Sou, ikimashou…“. Jadi sore itu Kami memesan miso ramen, chicken katsu, katsuudon, dan sup shoyu. Minumnya Kami memesan Sencha atau teh hijau Jepang. Itadakimasu!

Miso Ramen
Miso Ramen

Miso ramen disajikan dalam mangkuk yang luar biasa besar, sehingga kuahnya bisa Anda gunakan untuk cuci muka, memelihara ikan koi, atau lokasi shooting Mancing Mania. Bagi Anda yang lidahnya belum terbiasa dengan miso ramen, yang akan Anda rasakan adalah rasa hambar. kuahnya seolah tanpa rasa, mie-nya juga cenderung hambar, pun demikian pula dengan daging asapnya. Satu-satunya sumber rasa gurih dalam miso ramen adalah rumput lautnya. Sebenarnya di meja juga sudah dipersiapkan bumbu tambahan seperti garam dan merica sih. Hanya saja, Saya ingin menikmati (lagi) miso ramen dengan rasa orijinal.

Chicken Katsu
Chicken Katsu
Katsuudon
Katsuudon

Chicken katsu, mungkin hampir sama dengan steak. Irisan daging gurih dan empuk, dibumbui dengan takaran yang pas. Menyajikan citarasa daging yang berkelas, dengan bumbu yang menyerupai kecap, namun dengan tambahan rasa seolah menyerupai jahe. Irisan daging chicken katsu yang tidak terlalu besar atupun kecil memudahkan Kita untuk menjepitnya dengan sumpit. Dipadu dengan irisan kentang dan limun, menjadikan chicken katsu ini lebih berasa ketimbang steak. Katsuudon kurang lebih sama dengan katsu biasa, hanya saja dikasih tambahan berupa sayur, rumput laut, dan nasi.

Sup Shoyu
Sup Shoyu

Sup shoyu dihadirkan sebagai pelengkap. ‘desert‘, begitu teman Saya mengasumsikan sup dengan rumput laut tersebut. Sup shoyu ini disajikan dalam mangkuk kecil, dan didominasi oleh kuah bening. 70% kuah, 30% isi ~ mirip dengan komposisi air-darat di bumi :mrgreen:

Sencha atau teh hijau Jepang disajikan hangat. Rasanya sebenarnya sama dengan teh biasa, hanya saja ada rasa sedikit masam untuk sencha ini. Sebenarnya waktu itu bisa saja Kami memesan teh tawar hangat biasa. Akan tetapi, istilah “sencha = teh jepang” ini terdengar lebih mentereng dan classy! *walah! Sepertinya Saya terkena krisis kebanggaan terhadap produk dalam negri! :P*

Apakah semua hidangan tersebut benar-benar terasa nikmat di lidah Saya? Bisa Saya bilang begitu. Terlebih lagi karena pada akhirnya teman Saya lah yang menanggung biaya makan siang jelang sore di bawah rintik hujan tersebut :mrgreen:. Gochisousama!

Advertisements

19 Comments so far
Leave a comment

sebenarnya ulasan saya mengenai masakan jejepangan ini masih sangat kurang, mengingat pengetahuan saya akan resep dan bahan-bahan masakannya masih kurang memadai 😦

Comment by Infinite Justice

hmmmm….liat aja sudah enak, apalagi hmmmm…. nyicip langsung..
*klenger*

Comment by muhamaze

chicken katsu kalo ga salah resep sauce nya pake kecap manis. ayamnya diiris tipis. diberi taburan mrica hitam bubuk & sedikit garam, didiamkan kurang lebih 30 mnt, lalu di celup pada kuning telur, diguling2kan di tepung roti/pangko trus digoreng. rasanya gurih…cuma casualcutie kurang sreg sama sauce nya, jadi makannya pake sambal botol.

Comment by casual cutie

Saya lupa lagi namanya, apa ya kalau sake yang sering dipakai dalam masakan Jepang?? Rasanya lebih manis dari sake biasa. Biasanya sake tersebut yang memberikan rasa manis pada masakan Jepang. Kalau masakan Jepang a la Indonesia biasanya disubstitusi oleh kecap manis…. 😀

Comment by Yari NK

i prefer ayam goreng sampah made by my late granny. pake irisan lengkuas banyak2 yg bentuknya kek serundeng. i prefer sambel goreng krecek bikinan emak soalnya gada yg ngalahin rasanya bahkan sama gudeg wijilan ato manhattan sekali pun (emang ada?!).
been swallowed japanese food and disagree with the taste. that’s why i swallowed.

great review, though. for a beginner. haha!

Comment by Tuna Blog Sementara

O iya…. saya baru ingat. Nama (generik)-nya “mirin”. Huehehehe……

Comment by Yari NK

ya ampun…

mi ramen,
chicken katsu…

semuanya deh,
sanggup gw makan..

yaaaa… laper lagi dah gw…

kapan gw kurusnya kalo makan mulu gini…

fufufu…

Comment by yoan

wuih wuih…makanannya….ckckckck…ngiler saya..nyam nyam…yang kayak soto tuh paling atas…seger banget kayaknya…cuma bisa angkat tangan deh…nggak nahan, ah, bis nih beli soto ah.enak nih kayaknya..nyam nyam…:D

Comment by Prasetya Yudha

hoo… ternyata beneran hambar ya. Aku pernah makan ramen tapi a ala restoran korea. Rasanya hambar banget.

Comment by phiy

Huehehe.. Udah makanannya enak2, gratis lagi. Ajak2 dong dong.. 😀

Comment by siwi

jadi ngiler liat nya

Comment by zoel

@ muhamaze : euleuh-euleuh… cobain dulu akang… 😛

@ casual cutie : hmmmh… pates ada sedikit rasa kecap manis agak pedas macam rasa merica pada chicken katsu yang saya makan…

@ Yari NK : mirin si sake manis itu memang salah satu bumbu ajaib masakan jejepangan koq pak…

@ Tuna Blog Sementara : walah, kalau saya maah lebih suka pempek palembang, atau kombinasi daun singkong camur ikan cakalang…

@ yoan : nah, beda sama saya. saya lagi pengen nambah beat badan nih :mrgreen:

@ Prasetya Yudha : hooo… suka soto ya? palingan saya doyannya soto tangkar, atau kalau tidak, sop kambing… 😉

@ phiy : hambar banget sih, tapi entah kenapa pada doyan ya? (termasuk saya :mrgreen: )

@ siwi : lha ayo kalo mau… P

@ zoel : jangan ngiler doang, cicipin dong!

Comment by Infinite Justice

Btw, itu di mana yah, tempat makannya? ^^

Comment by Asop

Wah,..Saya belum pernah merasakan semuanya itu..

pengen…..Ngiler dech….

Itu makan beneran di Jepang apa hanya di restoran Jepang..?????

Salam hangat Bocahabncar…..

Comment by bocahbancar

mie ramennya menggoda bgt.. tp halal ga ya? 😀

Comment by Meidy

@ Asop : wah, saya tidak tahu nama tempatnya. soalnya cuman diajak sama temen… 😛

@ bocahbancar : itu hanya nama rumah makan saja, merujuk Sapporo Ramen karena yang terkenal di jepang adalah ramen sapporo. kalau bocahbancar sudah sukses S2 di jepang, mungkin bisa mengecek kebenaran isu ini 😉

@ mie ramen : soal halal atau enggak, saya kurang tahu pasti. buat saya sih, aman-aman saja dimakan… karena tidak terpengaruh sama aspek halal-haramnya… 😛

Comment by Infinite Justice

wooo makannya jadi laper kalau melihat yang seperti ini

Comment by Lics

aduuh jadi ngiler…
dari semua makanan itu blum pernah yang aku coba..
tapi setelah liat jadi mau mencoba..

salam kenal..

Comment by kenangamu

@ Lics & kenangamu : tampilannya sih menggoda, tapi rasanya hambar hampir nggak berasa… masih tetep mau? :mrgreen:

Comment by Infinite Justice




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: