Death for Crime, Hail Justice!


Book Review : Coraline
28 March 2009, 9:40 am
Filed under: Review & Hearing

brev_coraline_001

brev_coraline_002

Coraline Jones suka menjelajah. Lantaran bosan, Coraline memutuskan untuk menjelajah flat baru tempat mereka tinggal. Ada 21 jendela dan 14 pintu dalam flat tersebut. Dari 14 pintu itu, ada satu pintu yang dikunci. Coraline menanyakan perihal pintu terkunci tersebut kepada ibunya. Mrs. Jones, mengambil kunci dan membuka pintu tersebut. Pintu tersebut adalah jalan buntu, karena dibaliknya hanya ada tembok bata.

Ketika ayah dan ibunya pergi, Coraline mengambil kunci, dan membuka lagi pintu ke-14. Tembok batanya tidak ada, dan memang seolah tidak pernah ada ~ berganti menjadi suatu lorong gelap yang membawanya menuju flat lain. Coraline menemukan flat yang ditinggalinya ~ sama persis, namun dengan warna dan nuansa yang jauh lebih menyenangkan. Coraline suka dengan masakan ibu dan ayahnya yang ada di flat tersebut; ayah dan ibu yang lain, yang matanya berupa kancing baju.

Ayah dan ibu Coraline tersebut tidak mau membiarkan Coraline kembali pulang. Mereka ingin Coraline tetap tinggal bersama mereka selamanya, yaitu dengan cara menjahitkan kancing baju di kedua mata Coraline! Coraline bersikeras ingin pulang ke flat aslinya, tempat ibu dan ayah sesungguhnya tinggal. Namun ibunya yang bermata kancing, dan semakin terlihat putih, tinggi, dan menyeramkan, tidak membiarkan Coraline pulang. Apa yang harus dilakukan Coraline untuk bisa pulang? Terlebih lagi, karena dianggap nakal, Coraline dikurung di dalam ruang gelap di belakang cermin, bersama beberapa anak-anak lain yang sudah sangat lama dipenjara dalam cermin tersebut…

Coraline merupakan hasil karya Neil Gaiman, penulis asal Inggris yang bermukim di Amerika. Gaya bercerita Gaiman, mengingatkan Saya akan gaya bercerita Astrid Lindgren, Hans Christian Andersen ataupun Enid Blyton. Namun, sajian misterinya mengingatkan Saya akan serial TV The Twillight Zone*, yang misterinya begitu mencekam. Gaiman juga membawakan kisah menegangkan secara menarik, selevel dengan kekaguman Saya akan serial ‘Fear Street‘ hasil karya Robert Lawrence Stine, sang maestro horror dan thriller.

Secara pribadi, Saya menilai Coraline adalah buku yang sangat menarik, baik dari segi isi maupun gaya penceriteraannya. Gaiman menyajikan kisah thriller misteri secara ringan, namun tetap menegangkan karena kita dipaksa berimajinasi mengenai kejadian-kejadian yang mencekam. Coraline diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama setebal 231 halaman. Cetakan pertamanya rilis pada bulan November 2004, dan cetakan keduanya menyusul pada April 2005.

__________________________
Footer :
Serial TV The Twillight Zone, merupakan hasil karya dari Rod Serling, dan tayang di Amerika pada akhir 1959 hingga pertengahan 1964. Serling mengusung genre yang merupakan kompilasi fiksi ilmiah, horror, fantasi, misteri dan juga drama. The Twillight Zone sempat ditayangkan oleh salah satu stasiun TV tanah air, dan langsung menjadi salah satu acara TV favorit Saya selain That’s 70’s Show.

Advertisements

24 Comments so far
Leave a comment

jadi ingat ketika dulu saya suka membaca karya-karya H.C. Andersen, Enid Blyton, Astrid Lindgren hingga Agatha Christie… mereka adalah penulis berbakat yang mampu membuat kita berimajinasi berdasarkan karya tulis mereka. Dan kalau mau jujur, hanya sekadar menulis ikhtisar dari karya Neil Gaiman ini saja saya sudah merasa sedikit kesulitan, merangkai kata-kata agar orang penasaran dan merasa tertarik untuk membacanya ternyata bukan perkara mudah. Tapi saya niat banget bikin review ini ~ review buku pertama saya seumur-umur! Saya juga menikmati ketika saya men-scan buku ini untuk gambar 1, dan memotretnya untuk gambar 2… 😉

Comment by Infinite Justice

bagus nie ceritanya mirip mirip kek petualangan getuh yah????

Comment by dindacute

@ dindacute : aduhay diajeng, ini thriller, jeng! dengan kisah yang bikin bulu kuduk berdiri, dan tidak memberi kita kesempatan buat menghela nafas. karena ketika saya mengira kisahnya sudah rampung, ternyata belum!

Comment by Infinite Justice

Saya tidak suka kisah thriller tuh..Tapi selalu penasaran untuk membacanya 🙂

Comment by ajeng

@ ajeng : yang ini murni misteri koq, jeng 🙂

Comment by Infinite Justice

Kunjungan balik! ^^

Hooo, saya udah punya nih buku…
Saya tertarik beli hanya karena pengarangnya si Neil Gaiman…hhuhuhu… Tapi… sampe sekarang belom selese saya baca… 😀 Kebanyakan tugas kuliah euy….

Comment by Asop

Wah…. kebetulan saya dulu juga suka serial2 lepas macamnya di serial TV Twilight Zone, The Outer Limits dsb. Ceritanya yang penuh khayal memang merangsang kita untuk menebak2 akhir ceritanya yang seringkali mengejutkan…. 😀

Comment by Yari NK

ehmmmmm ngga bisa koment apa2 dech… kurang hoby baca buku… salam kenal broe

Comment by wahyu

baca stardust-nya gaiman deh. itu fairy tales buat dewasa. still keren lah.

anyway, master of macabre buat saya masih dipegang The Mighty Alfred Hitchcock. kalo ga salah juga ikut disebut di twilight zone dan outer limits. menyenangkan buat dibaca dan lebih menyenangkan karena sempet nerjemahin, jaman di jogja dulu.

tapi buat yg freaky2 gitu, try Stephen King. lebih membumi dan ceritanya kayak orang biasa dengan gaya tutur luar biasa. suka yg klasik? cari deh The Vulture atau Cask of Amontillado-nya Edgar Allan Poe. short story koq itu. atau Taming of the Shrew-nya Henry Miller.

ya… itu aja sih 😀

Comment by silent reader

fufufu…

ceritanya agak serem ya…
kayaknya buku ini setipe sama “the book of lost thing” yaa…
dongeng yg agak kelam n lebih cocok buat org dewasa…

Comment by yoan

@ Asop : belu selesai bacanya? untung dong, soalnya saya tidak ngasih spoiler di postingan ini

@ Yari NK : Jaman itu Twillight Zone sudah bikin saya merinding, pak… kadang perut serasa diaduk-aduk ketika melihat kengerian yang disajikan oleh Rod Serling

@ wahyu : saya dulu juga nggak suka buku koq. kalau sudah mencoba baca sedikit-sedikit, lama-lama bakal suka… lam kenal juga…

@ silent Reader : saya malah kurang begitu minat sama karyanya Hitchcock, kurang sreg aja. Dan Stephen King saya lebih suka dengan film adaptasinya aja… misalnya saja yang The Shining…

Coba nanti saya cari Stardust, soalnya masih kecewa karena kemarin nemu Coraline yang versi inggris. desain cover-nya lebih bagus… 😦

@ yoan : dulu saya sempat ketakutan pas nonton The X-Files, soal orang yang mukanya tinggal tengkorak lantaran suatu kejadian mistis.

dan beneran, Coraline terkesan begitu mencekam…

Comment by Infinite Justice

Aaah, saya suka spoiler… :mrgreen:

Comment by Asop

Sik..pertama,namanya samakah dg saya? 🙂 hm..jujur entah knp saya lbh suka baca buku2 motivasi drpd film ato novel detektif/misteri? Knp ya? Entahlah..mkn itu bara yg harus saya kobarkan terus 🙂

Comment by "DIAJENG"

pokoknya yang berbau thriller, suka bangeeetz..sama saw, serem mana yah ?? hehehe..habisnya, saw 1 – 5 tuh my paporit dah..hehehehe

Comment by Prasetya Yudha

saya sering kebawa mimpi, terus melamun seandainyaaa…. bla bla bla… kalo baca yang serem2 gt….

oh ya kalo saya baca novel karangn orang luar kadang bacanya harus berulang kali agar nyambung.. OOT banget aku ini

Comment by ria manies

kok kayaknya keren ya?
Boleh pinjem ndak? XDDD

makasih ya udah mampir ke blog saya
salam kenal 🙂

Comment by macangadungan

@ Asop : demen spoiler ya? intinya, Coraline berusaha supaya bisa pulang, dan berhasil menutup pintu ke-14 itu. tapi ceriteranya belum rampung di situ, sebab, potongan tangan kanan dari ibunya yang lain itu ternyata mengikuti Coraline, berusaha merebut kembali kunci pintu ke-14…

@ “DIAJENG” : aduhay, “DIAJENG”, dulu saya juga suka baca2 buku motivasi, berasa menyala dan membara… namun alangkah diriku merugi, karena tiada satu upaya realisasi yang tercapai… 😥

jangan2 sekarang “DIAJENG” lagi demen nonton Golden Way-nya Mario Teguh ya? :mrgreen:

@ Prasetya Yudha : he he he… thriller asal bukan bikinan indonesia yang berbau suster sama kunti saya doyan tuh :mrgreen:

@ ria manies :

oh ya kalo saya baca novel karangan orang luar kadang bacanya harus berulang kali agar nyambung..

sama kali? 😉

@ macangadungan :

kok kayaknya keren ya?

memang keren koq 😎

Boleh pinjem ndak? XDDD

pinjam… beli! :mrgreen:

Comment by Infinite Justice

Ow, sh*t…. jadi bener2 thriller yah nih novelnya?? Menyeramkan juga…. Trims spoilernya! 😀

Comment by Asop

@ Asop : your welcome… 😉

Comment by Infinite Justice

Sepertinya bagus.. Tapi aku ga terlalu suka cerita seram, bikin jadi takut tidur sendiri. 😀

Comment by siwi

@ siwi : aduhay, jeng siwi. membaca cerita seram bisa jadi menghibur koq, dan jadi alternatif sekaligus variasi biar kita tidak jenuh terus-menerus membaca novel roman dan percintaan…

Comment by Infinite Justice

kunjungan balik,,, 🙂
i loved books,, qu punya buku “Coraline” …
gara2 covernya yg kelam bikin penasaran,, n ternyata ga rugi beli buku ini… 🙂 (niatnya mo beli “Abarat” ga jadi d… :p)
“pencarian jiwa2 yang hilang dalam bentuk kelereng,, masuk keruang2 yg aneh ditemani seekor kucing” bener ga siyh,,, dah lama bets bacanya th 2005…
Denger2 “Coraline” sudah dibuat film ya, yang memerankan Dakota,,, klo ga salah.. qu juga lum nonton siy…

qu ngelink blog ni di blogroll ya,, 🙂 thx

Comment by wanti annurria

@ wanti annurria :

qu punya buku “Coraline” …
gara2 covernya yg kelam bikin penasaran

saya sudah menemukan Coraline versi inggris, ternyata ada dua versi, ada yang berukuran kecil dengan ilustrasi yang sangat menawan, dan satunya lagi berukuran lebih besar, namun desainnya kaku dan terkesan membosankan…
soal Coraline sudah diadaptasi dalam format movie, saya malah tidak tahu-menahu soal itu 😦

qu ngelink blog ni di blogroll ya,, thx

sok atuh… silakan… 😉

Comment by Infinite Justice

help : beli yg versi inggris nya dmn ya ?? kirim pesan ke facebook aja ya
yogiemirza@yahoo.com

Comment by yogi




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: