Death for Crime, Hail Justice!


Yes I Do (Like Manga)
28 April 2009, 10:16 pm
Filed under: Judge! Judge! Judge!, Personal Case, Review & Hearing

naruto-10th-anniversary

Pas masih SD, manga (baca: man-ga) pertama yang Saya baca adalah Doraemon (karya Fujiko F. Fujio). Sewa dari perpustaan keliling dengan masa pinjam seminggu. Waktu itu, Saya jadi menaruh hormat pada pak pemerintah, dan berterimakasih karena sudah menyediakan bus mini berisi puluhan hingga ratusan buku, komik dan majalah. Doraemon mulai mengisi ruang khayal Saya yang sempit, dan melebarkannya lewat imajinasi Saya yang kian berkembang. Sampai-sampai waktu itu Saya pengin punya sidekick Doraemon, sehingga Saya bisa minta ini-itu dengan pelbagai macam dan jenis alat canggih yang tersimpan dalam kantung ajaib robot kucing dari masa depan itu. Pas ada pameran buku, Saya diajak bapak pergi menonton. Dan untuk pertama kalinya Saya mencongkel gembok tabungan san-san-wa-wa buat beli manga pertama Saya; Doraemon jilid 33.

Judul manga yang Saya baca mulai bervariasi; Kung Fu Boy (Takeshi Maekawa), Dragon Ball (Akira Toriyama) bahkan Sailor Moon (Naoko Takeuchi) jadi bacaan favorit Saya :shock:. Maka ketika kemarin Saya mampir ke toko buku import, Saya melihat seluruh seri manga Bishoujo Senshi Sailormoon lengkap, Saya jadi bernostalgia… mengenai entah bagaimana waktu itu Saya begitu suka dengan manga yang satu ini, meski Saya tahu betul bahwa ini manga cewek! :mrgreen: Saya masih ingat teriakan lantang Usagi Tsukino meneriakkan slogan standar ‘Dengan Kekuatan Bulan.. Akan menghukummu!’, dan Saya juga jadi ingat, karakter favorit Saya waktu itu adalah Mizuno Ami, si jenius kalem Sailor Mercury 😆 sehingga waktu itu anime favorit Saya adalah edisi spesial Sailor Moon : Ami’s First Love, yang mengisahkan kisah asmara Mizuno Ami dengan Ryo Urawacose romante! 😆 😆 😆

Lupakanlah Bishoujo Senshi Sailor Moon yang membuat Saya malu pernah menyukainya… kesukaan Saya bergeser pada Dragon Ball! Gaya gambar Akira Toriyama begitu menawan buat Saya, sehingga Saya mulai menggambar dan menggambar karakter-karakter Dragon Ball. Saya jadi mengerti, mengapa Masashi Kishimoto ~ pengarang Naruto begitu memuja Toriyama, bahkan gaya gambarnya di Naruto pun terpengaruh oleh gaya gambar Toriyama. Ketika terbit seri Dragon Ball Z, Saya tambah suka dengan Dragon Ball! Terlebih lagi versi movie dan OVA-nya yang menyajikan pertarungan destruktif yang begitu dahsyat seolah dunia bakal kiamat! Bahkan, waktu itu Saya sampai merasa bahwasanya dunia dan alam semesta terancam oleh keberadaan Cell :mrgreen:

NARUTO (Masashi Kishimoto) adalah favorit Saya berikutnya pasca Dragon Ball dan SLAM DUNK (Takehiko Inoue). Saya mengagumi inovasi yang dilakukan Kishimoto, yang menggambar dengan angleangle yang unik, menyerupai teknik pengambilan gambar via kamera. Selain itu, adegan pertarungan juga digambarkan secara apik, dan selalu saja menggelitik, sehingga Saya berkesimpulan bahwa Naruto adalah manga yang revolusioner dari segi penggambaran! Selain terpana oleh karakterisasi yang begitu beragam, Saya juga kagum mengenai bagaimana bagian yang satu dan yang lain ternyata saling berhubungan, seolah Kishimoto sudah mengarang alur cerita dari awal sampai akhir, baru mulai menggambar manga-nya. Beragam jurus dan teknik ninja, semuanya begitu rumit dan kompleks, namun Kishimoto ~ bagaimanapun juga telah secara sukses meringkasnya dalam bentuk manga. Kekaguman inilah yang mendorong Saya untuk mengoleksi manga-nya, juga belakangan mulai rutin membeli versi 10th Anniversary Naruto yang diterbitkan dengan format berukuran besar (hampir seukuran A4) seharga sekitar 600 yen. Meski kalau mau jujur, Saya mengagumi Naruto hingga chapter 244 saja, sebelum Naruto digambarkan sudah remaja.

Lain dengan novel, yang otomatis memaksa kita untuk berimajinasi mengenai depiksi karakter ataupun detail lokasi berdasarkan pada paparan yang tertulis pada novel, manga secara otomatis sudah mematok kita pada karakter dan setting yang digambarkan pada tiap-tiap panelnya. Bentuk mata, tatanan rambut, kostum dan lain sebangsanya semua sudah digambarkan sehingga kita tidak perlu lagi repot-repot menerjemahkan kata-kata menjadi gambaran visual di kepala kita.

Manga pada dasarnya adalah media hiburan visual, yang menghibur kita melalui gambar dan alur ceritera. Bagi Saya pribadi, membaca manga itu Saya gunakan sebagai penyeimbang, untuk memudahkan imajinasi Saya berkembang ~ yang otomatis juga turut membantu Saya menerjemahkan novel dalam gambaran visual imajiner di alam fikir dan khayalan Saya sendiri, sehingga Saya bisa lebih menangkap alur cerita dan penokohan dalam novel. Manga sebagai salah satu bentuk seni, juga mampu membuat pembacanya ikut merasakan emosi yang dialami oleh karakter yang ada dalam manga, yang coba disampaikan oleh mangaka-nya. Kalau buat Saya, emosi ini bisa Saya rasakan pada jilid 31 manga SLAM DUNK yang minim kata-kata, hanya potongan-potongan gambar yang menggambarkan adegan emosional dari tim basket gurem SHOHOKU yang berjuang setengah mati mencuba menjungkalkan dominasi tim tangguh SANNOH. Jadi? Ya, Saya menghargai manga selaku a piece of an art. And yes, I do (love Manga)

Advertisements

49 Comments so far
Leave a comment

i love manga, so much! Doraemon, Shincan, Dragonball, Kyo.

Naruto? Sampe kapanpun, tetep suka!!

Comment by Irfan

Aku selalu “terpesona” dengan laki-laki dewasa yang memuja manga.. hahaa …
Dulu waktu kerja di rental DVD, hmm.. anime-nya memang laku kali, yang anak SD rebutan sama yang tua,, hehee …
Lucu ..

Comment by Muzda

@ Irfan : Naruto, Neon Genesis Evangelion, Dragon Ball, Shoot, Fullmetal Alchemist, Gundam : The Origin, BLEACH… yes, I do like manga so damn much…

@ Muzda : ingsun memang mempesona bagi siapapun, dan dilihat dari sudut manapun :mrgreen:
Tapi menyukai manga tak berarti saya suka terhadap semua judul manga.

Comment by Infinite Justice

Aku suka RAN…..sama usagi sama lunaaaaa….

Ahh luna andai kau nyata..pluk pluk deh…^_^

Comment by shofiyah

casual cutie juga suka manga….suka suka suka…slamdunk, detektif conan, flash of wind, fairy landing, sailor moon, dlll

cuma sayang, casual cutie punya ga lengkap. ada yang mau bantuin nyari ga???

Comment by casual cutie

walahhh eling aku pas cilikkkkkkkkk….. tapi sewaktu aku kecil belum mengenal komik yang kayak gt, karena tinggal saya di desa, jadi bacanya komik wirosableng yang di sering di jual di kaki lima. Selain itu ibuk sering bawain aku kuncuppppp…. baca2 komik yang kayak gt baru mulai saat sma… jadul banget yo akuuu… jadul

Comment by ria manies

Wah,, kapan-kapan kita harus ngobrol soal film neh,, hehee 🙂

Comment by Muzda

soal Naruto… kita sama ^^
soal sailormoon, gue lebih suka makoto aka sailor jupiter
klo manga pertama gue tuh kristy, abis itu candy-candy, pansy, baru deh beranjak ke doraemon, dragonball, kungfuboy dstdst

hhahh… baru inget, udah lama euy ga beli komik. harganya semakin menggila nih…

Comment by macangadungan

*celingakcelinguk*

sepi…

gak tahan mau komeeen…

ampuni hamba Tuhan… hamba masih jalanjalan aja padahal dikejar2 deadline en kudu belajar buat ujian…

cell itu karakter favorit sayah… keren banget makhluk satu ituh…
*sayamemangseringsukasamaantagonis*

koleksi komik+buku cerita adinda dulu ratusan, kakanda… trus menjelang ebtanas SD di’buang’ sama mamang biar adinda belajar n gak baca komik melulu…

huhu… mamang… sungguh togenya dirimu… togenya…

trus smp saya ‘vakum’ baca komik. di pondok kalo ketauan bawa majalah/komik/buku cerita bakal disita, oknumnya disidang, trus kepalanya dipitakin… fufufu… jadi saya harus puas cuma baca kamus sama buku pelajaran aja… 😦

jaman sma baru dah. ketemu conan edogawa en suka suka sukaaa banget sama komik ini. tapi sebenernya saya nggak punya pantangan dalam membaca sih. apa aja asal bagus menurut saya, saya baca. wong kadang yang gak bagus aja tetep saya baca kok… walau setelah itu mencak2 marahmarah sendiri karena ceritanya nggak banget.

dan… ehm… nggak perlu malu pernah (dan masih) suka sailor moon, kakanda…
itu cuma menandakan bahwa kakanda mungkin punya sisi feminin yang kuat dalam diri kakanda… :mrgreen:

*cepetcepetkabur*

Comment by yoan

Suka banget dulu..

Doraemon..Hampir semua yanga da di persewaan komik aku pinjam dech…

Tapi setelah menginjak SMK aku jadi jarang baca komik…

Dulu sempat baca komik Korea, juga…

Comment by bocahbancar

yes, i do,, too!!
manga membawa aura segar lain dibanding komik2 jenis lainnya..
pkonya lbh enak d bca..

fav : Death Note, Naruto, Jigoku Shoujo (anime), Tsubasa Reservoir, banyaaaaaaaaak!! hehe..

Comment by chimerahead

aku juga suka manga, tapi baru2 ini,
baru suka pas umur 20 taun, hihi,
ketuan yak? 😆

Comment by phiy

sailaormoon suka apala9i klu taxedo muncul den9an mawar merahnya hemm.. 😉

sekaran9 seeh amseeh suka dan bertaHan den9an kenzi himura.. 🙂

Comment by wi3nd

Eh baru inget, aku masih pinjem komik Doraemonnya temenku jilid 23 sama Conan nya jilid 7. Uuups belum tak kembaliin padahal dah 8 tahun yang lalu sejak jaman aku SMP. Hihiihi orgnya masih inget gk ya? Coz kayak’e sama mamiku wes katut ke rombeng sama kertas² ulangannya murid²e. Ampuuuuun…. Ojo ditagih.

Comment by wahyuapriani

wah suka manga kek temenku aja, kerjaan selese pasti saatnya donlot manga2 gitu..

Comment by muhamaze

Meski aku gak suka manga
Tapi aku selalu salut

Salam semangat!

Comment by achoey

he he ternyata yang mars itu namana rei..Aduh benar2 insomnia..eh amnesia
klo ran mah yang di conan yah??

*aduh jadi malu

Comment by shofiyah

coment ke 11,, kalo belum ada yang ngeduluin… :p

sayangnya manga yang sempat kukoleksi dulu hanya “serial cantik”,, berhubung harga komik dan uang jajan ga seimbang…

untuk saat ini manga yang masih dibaca+koleksi tinggal Detektif Conannya Aoyama Gosho…
kasus dan cara pemecahannya selalu mebuat qu terkagum2,, mengasah otak untuk berfikir dan mengurai kejadian tahap demi tahap.. ^__^

Hummm….
“Saya hanya membaca manga ber-genre shonen dan seinen, dan tidak mau membaca genre untuk kanak-kanak.”

maaf niy kang,, bukannya manga dgn genre diatas telah menjadi favorite anak2 dizaman skrg… yang memang diperuntukkan bagi anak2 jg..???

Comment by wanti annurria

I do love manga, too…
tp sekarang dah hampir ga pernah nyentuh lagi,,, huhuhu…

Comment by deeedeee

@ shofiyah : RAN… ? ternyata jeng shofiy demen sama kucing item dengan lambang bulan sabit dijidatnya yah? :mrgreen:

@ casual cutie :

casual cutie juga suka manga….suka suka suka…slamdunk, detektif conan, flash of wind, fairy landing, sailor moon, dlll

selera kita soal SLAM DUNK berarti sama… saya suka ketawa sendiri tiap kali melihat kekonyolan Hanamichi Sakuragi, yang menganggap Kaede Rukawa sebagai saingan biar kelihatan keren di depan Haruko Akagi… Tapi, manga ini bagi saya sangatlah emosional, terutama bagaimana perjuangan tim Shohoku yang tertolong oleh aksi Sakuragi sehingga berhasil mengalahkan Sawakita CS dari tim Sannoh Kogyo…

cuma sayang, casual cutie punya ga lengkap. ada yang mau bantuin nyari ga???

emang yang ga lengkap manga yang mana jeng?

@ ria manies :

walahhh eling aku pas cilikkkkkkkkk….. tapi sewaktu aku kecil belum mengenal komik yang kayak gt, karena tinggal saya di desa, jadi bacanya komik wirosableng yang di sering di jual di kaki lima. Selain itu ibuk sering bawain aku kuncuppppp…. baca2 komik yang kayak gt baru mulai saat sma… jadul banget yo akuuu… jadul

bwa ha ha… jadi inget jeng… jaman itu Doraemon belum diimport masuk ke indonesia, candy Candy dan Kung Fu Boy juga belum rilis di pasaran, jadinya yang masih berjaya adalah komik lokal macam Wiro Sableng, Si Buta dari Goa Hantu bersama monyetnya bernama Kliwon itu… hingga komik-komik persilatan sejenis Bende Mataram… Ganes TH sedang jaya-jayanya waktu itu…

@ Muzda :

Wah,, kapan-kapan kita harus ngobrol soal film neh,, hehee

hmmmh… filem apaan nih jeng? hayuukkk… 😉

@ macangadungan :

soal Naruto… kita sama ^^
soal sailormoon, gue lebih suka makoto aka sailor jupiter
klo manga pertama gue tuh kristy, abis itu candy-candy, pansy, baru deh beranjak ke doraemon, dragonball, kungfuboy dstdst

Makoto Kino itu yang digambarkan paling dewasa yah? dengan jurus andalannya Suprime Sundush… nostalgilak nih :mrgreen:

hhahh… baru inget, udah lama euy ga beli komik. harganya semakin menggila nih…

iye jeng… saya inget, pertama kali beli manga Doraemon itu harganya 3300… trus mulai naik jadi 6000, 9000, 11000, hingga sekarang jadi 13500… moga-moga nggak tambah mahal lagi jeng…

@ yoan :

gak tahan mau komeeen…

ampuni hamba Tuhan… hamba masih jalanjalan aja padahal dikejar2 deadline en kudu belajar buat ujian…

aduh, dinda… kanda merestui cuti hamilmu, maka janganlah kau paksakan diri banyak berjalan-jalan, kasihanilah jabang bayimu :mrgreen:

kanda jadi sedikit bingung, soalnya kanda sudah kadung menyiapkan tambang dan sudah memilih dahan pohon yang paling kokoh sepeninggal pamitan dinda…

cell itu karakter favorit sayah… keren banget makhluk satu ituh…
*sayamemangseringsukasamaantagonis*

benar sekali dinda… Cell memang dahsyat, kerennya minta ampun, dan hanya bisa ditandingi oleh No.18. Dan soal demen sama tokoh antagonis, saya demen sama Makoto Shishio ketimbang Kenshin Himura loh… 😉 jadi dinda, kita sefaham sekufu…

dan… ehm… nggak perlu malu pernah (dan masih) suka sailor moon, kakanda…
itu cuma menandakan bahwa kakanda mungkin punya sisi feminin yang kuat dalam diri kakanda…

aduh dinda… bilapun kakanda punya sifat feminin dalam diri kanda, maka itu tak lain dan tak bukan adalah untuk mengimbangi sifat dinda yang lebih condong maskulinnya 😆 😆 😆

setidaknya kakanda masih punya sifat luwes dan lemah lembut… :mrgreen:

@ bocahbancar : pas sma saya dulu sempet mandeg pula, tapi habis itu malah diajak temen ke rental manga… jadinya yaa.. nggak jadi mandeg, malah tambah suka 🙂

@ chimerahead :

yes, i do,, too!!
manga membawa aura segar lain dibanding komik2 jenis lainnya..
pkonya lbh enak d bca..

hahaha… sepakat

fav : Death Note, Naruto, Jigoku Shoujo (anime), Tsubasa Reservoir, banyaaaaaaaaak!! hehe..

sepakat soal Death Note… yah, saya kan Teru Mikami 😆 tapi saya nggak suka dengan endingnya… masak Kira alias Light Yagami kalah?!

@ phiy :

aku juga suka manga, tapi baru2 ini,
baru suka pas umur 20 taun, hihi,
ketuan yak?

ah, nggak juga koq jeng… saya juga mulai demen lagi sama manga pas semester akhir kuliah setelah sebelumnya sempet mandeg baca manga…

@ wi3nd :

sailaormoon suka apala9i klu taxedo muncul den9an mawar merahnya hemm..

uh-ho… Mask Tuxedo a.k.a Mamoru Chiba… alias dulunya adalah pangeran Endimion… 😆 kalau di versi anime-nya sedikit beda dengan versi manga-nya… di anime, Jidaite, Zoisite, Kunsite dan siapa yang keempat gitu adalah antek-antek Queen Verill… tapi di versi manga, keempatnya adalah anak buah dari Pangeran Endimion di kerajaan bulan…

sekaran9 seeh amseeh suka dan bertaHan den9an kenzi himura..

Rurouni Kenshin alias Samurai X yah? saya malah nggak suka sama Himura Kenshin alias Hitokiri Battousai… 😦

@ wahyuapriani : halah? delapan tahun?! 😯 jadi inget pula jeng, saya pinjem diktat belajar bahasa jepangnya punya temen saya, dan sampai sekarang juga belum saya balikin… :mrgreen:

@ muhamaze : saya ngikutin mangascans Naruto di idws juga loh… tapi biasanya saya beli juga versi cetaknya… file digital mah rentan…

@ achoey : yah… thanks atas saluran semangatnya masbro…

@ shofiy :

he he ternyata yang mars itu namana rei..Aduh benar2 insomnia..eh amnesia
klo ran mah yang di conan yah??

coba saya ingat-ingat lagi sebagai mantan penyuka Bishoujo Senshi Sailor Moon;
Sailor Moon —> Usagi Tsukino
Sailor Mercury —> Ami Mizuno
Sailor Mars —> Rei Hino
Sailor Jupiter —> Makoto Kino
Sailor Venus a.k.a Sailor V —> Ai Minako, tapi ditulis juga Aino Minako, ditemani kucing putih bernama Artemis, satu-satunya member the big five yang namanya tidak menggunakan huruf NO… :mrgreen:

Ran Mouri mah dari Metantei Conan, jeng… :mrgreen: saya juga sempat suka sama Metantei Conan koq…

@ wanti annurria :

coment ke 11,, kalo belum ada yang ngeduluin… :p

kalau komentar saya tidak dianggap, komen jeng wanti ada di nomer urut 17 :mrgreen:

untuk saat ini manga yang masih dibaca+koleksi tinggal Detektif Conannya Aoyama Gosho…
kasus dan cara pemecahannya selalu mebuat qu terkagum2,, mengasah otak untuk berfikir dan mengurai kejadian tahap demi tahap.. ^__^

kalau saya tiap kali membaca Detective Conan, saya selalu saja mencari-cari cacat/kekurangan atau hal-hal yang janggal… :mrgreen:

maaf niy kang,, bukannya manga dgn genre diatas telah menjadi favorite anak2 dizaman skrg… yang memang diperuntukkan bagi anak2 jg..???

genre shonen (tema remaja cowok) ataupun seinen (tema pria dewasa) biasanya ada unsur kekerasan, intrik-intrik politik rumit yang butuh pemikiran tinggi, ungkapan-ungkapan kasar hingga nudity. di jepang, manga dan anime ada segmentasinya jeng, jadi di sana manga sudah dibagi jadi 3 kelas secara kasar; yaitu manga untuk anak-anak, manga untuk remaja hingga manga untuk dewasa. lucunya, begitu masuk di indonesia, manga hanya diartikan sebagai komik ~ bacaan untuk anak-anak. pun demikian pula halnya dengan anime. semisal saja Neon Genesis Evangelion, di jepang anime ini diputar tengah malam jeng, karena genrenya sebenarnya ditujukan untuk pemirsa dewasa. begitu masuk di indonesia, jadi dianggap ‘filem kartun untuk anak-anak’.

meski belakangan beberapa penerbit lokal yang mengimport manga dan menerbitkannya dalam bahasa indonesia sudah ada yang mencantumkan sistem rating, tapi tetap saja orang-orang beranggapan bahwa manga adalah untuk konsumsi anak-anak.

@ deeedeee : ha ha… saya malah lagi kepikiran kapan ya kira-kira bisa berhenti… :mrgreen:

Comment by Infinite Justice

O iya,, titip pesen buat Yoan …
— celingak celinguk juga ketauan Neng,, awas kalo kepergok lagi loh —

*udah, gitu aja pesen buat Yoan,, hehee*

Comment by Muzda

@ Muzda : hehe…

btw, pernah nonton School for Scoundrels belum jeng? asik loh… at least from my very opinion…

Comment by Infinite Justice

Ah, iya aja lah, ndak usah dipanjang-panjangi,, nanti kamu malah tambah mengacau di chat box-ku .. hahaa 🙂

School for Scoundrels ..?
Belum, belum pernah. Film mana itu ? Taun berapa ? Tentang ? Sapa yang main ??

Comment by Muzda

waktuku kecil…uhm..apa yach…ga suka komik tapi sukanya hans christian anderson..itu ajah 🙂

Comment by diajeng

Tapi..kenapa aku sekarang jd suka tom and jerry yach…(*kek anak-anak…) 🙂

Comment by diajeng

@ Muzda : filem taon 2006 sih.. tapi saya nontonnya baru sekitar akhir 2008 kemaren, pas lagi ngendon di hotel di Ambon Manise :mrgreen: yang main kalo ga salah John Heder sama Jacinda Barret… kisahnya mengenai kumpulan laki2 yang ga punya keberanian mendekati wanita mengikuti kelas khusus dan rahasia yang diasuh oleh dr.P. dia ngajari cowok2 tersebut buat mendekati cewek yang mereka sukai. Roger (diperanin sama Heder) demen sama jacinda, dan pas nyaris berhasil merebut hati cewek tersebut, ternyata dr.P juga berniat mendapatkan jacinda… akhirnya malah jadi rumit jeng, tapi sumpah, bener2 menarik!

@ diajeng : hmmmh… itu mah jaman saya SMP jeng, saya meninggalkan manga, dan beralih ke novel. waktu itu bacanya Lima Sekawan, Klab Ilmuwan Edan, Pippi Langstrump, Einstein Anderson hingga Goosebumps…

btw, saya juga pernah demen nonton Tom & Jerry koq, sampai ngakak sendiri berasa gila… :mrgreen: Habis itu geser pindah nonton Spongebob… 😆

Comment by Infinite Justice

Brader, ojo trs ngurusi koleksi manga mu, liaten tuh adinda Yoan mu, wes mbrojol apa blm dia??? :mrgreen:

Comment by wahyuapriani

@ wahyuapriani : tlah kujumpalitkan tingginya gunung-gunung, dan kuobok-obok dalamnya samudera, namun tiada kulihat keberadaan dirinya…
biarlah dia menyepi, karena siapa tahu, beranak-pinak itu merupakan proses yang butuh ketenangan… :mrgreen:

*pengenmaenwayangoranglagitapigaadasparringpartnernyah*

Comment by Infinite Justice

nisa juga demeen. . !

mulai dari komik pertamaku ASTRO BOY, truz doraemon, kobo chan, lalu dorabase, D.D.S, kindaichi, conan, death note, full metal alchemist, monster (suka ini gak?) ,pluto, hikaru’s go, prince of tennis, eyeshield,,
duwh, apa lagi yak,, banyak dh,
hidup manga !!

Comment by Nisa

@ Nisa : hooo… saya juga suka dengan artwork di manga ATOM BOY, pernah keranjingan Doraemon, juga sempat demen sama Kobochan… Saya juga sempat suka sama Conan, dan beli manga jilid 10-nya… Death Note, lengkap, cuman kurang edisi 13 yang edisi spesial… (saya ‘kan Teru Mikami! 😆 ), FMA? saya paling demen tuh… MONSTER sama PLUTO saya cuman tahu saja, sama seperti 20th Century Boys, tapi saya belum pernah baca (satu-satunya karya Urusawa Naoki yang saya baca adalah Master Keaton), Hikaru no Go saya punya lengkap, Prinve of Tennis sama Eyeshield saya nggak gitu suka tuh 😦

Comment by Infinite Justice

hampir semua orang suka dengan doraemon. aku sendiri dulu sempat punya banyak komiknya tapi sekarang entah dimana keberadaannya *banyakyangdipinjamdantakkembali* :D.
sekarang aku cuma mengoleksi 3 manga. judulnya ‘ALIVE’ ttg virus atau wabah bunuh diri yang aneh yg membuat org2 memiliki kemampuan khusus dan ‘One piece’. lalu satu manga jadul yg masih aku cari jilid2 masih bolongnya, ‘harlem beat’, sama dgn slam dunk yang bercerita ttg basket dan persahabatan.

Comment by jee

kakanda… adinda memutuskan berhenti hiatus… biarkanlah adinda bawa jabang bayi ini keliling dunia… biar dia kuat… seperti cell yang hanya bisa dikalahkan no.18

*gebleg! sok pinter banget gw belajarnya ga serius*

Comment by yoan

@ Jee : yah, ALIVE karyanya Tadashi Kawashima memang bagus artworknya, saya sudah beberapa kali pengin beli, tapi malah nggak jadi jadi 😦 Kalau One Piece saya cuman ngikuti sejak volume 36, trus yang terakhir saya beli itu volume 50. Harlem Beat? itu yang bikinannya Nishiyama Yuriko yah? Saya mah teuteup SLAM DUNK-minded 😉

@ yoan : aduhay adinda, betapa kakanda bahagia tak terkira mendengar pernyataan dinda yang akhirnya memutuskan tuk kembali ke ranah persilatan kata, bertaubattan nasuha; taubat yang sebenar-benarnya… :mrgreen:

Mari dinda, kita bawa si jabang bayi, kita tempa di kawah Candradhimuka, biar si jabang bayi Tetuko ini bisa jadi sehaibat Gatot Kaca… :mrgreen:

seperti cell yang hanya bisa dikalahkan no.18

anuuu… dinda, maksud ingsun no.18 cuman bisa mengalahkan dari segi kekaguman ingsun akan karakter di DBZ… sejatinya Son Go Ku lah yang menjungkalkan Cell dari tampuk kedigdayaannya…

Comment by Infinite Justice

aku suka One Piece, Naruto, Q.E.D bahkan kadang dapat inspirasi dari dari komik2 tersebut

Comment by hanif

@ hanif : One Piece sama Naruto, saya sepakat. but not the QED :mrgreen: Bagusnya membaca manga menurut saya ya masalah inspiringnya itu. Kalau masbro berpendapat demikian, maka berarti kita sefemahaman

Comment by Infinite Justice

salam
gw lebih suka fiksi siy krn imajinasi lebih bebas bermain klo komik memang sudah sedikit terwakili dengan gambar, tp komik yang dulu sangat gw suka antarala lain Conan, Kindaichi, sekarang kurang sempat *curcol mode on

Comment by nenyok

anuuu… dinda, maksud ingsun no.18 cuman bisa mengalahkan dari segi kekaguman ingsun akan karakter di DBZ… sejatinya Son Go Ku lah yang menjungkalkan Cell dari tampuk kedigdayaannya…

haduh kakanda… maksud dinda ya begitu…
*nyobangeles*

Comment by yoan

@ nenyok : novel berbau fiksi? saya juga mayan suka, jeng. meski saya lebih demen sama yang berbau thriller atau kedokteran macam karyanya Atul Gawande…

@ yoan : aduh dinda, berarti kamu juga demen sama cyborg cewek pula yah? dan kanda binun sebinun-binunnya, mengenai bagaimana itu cyborg bisa jatuh hati dengan karakter yang kepalanya mirip biji semangka, dan bisa punya anak pula! 😯 ingsun sampai sekarang masih binun, bagaimana itu cyborg no.18 bisa beranak pinak lewat perkawinannya dengan manusia…

Comment by Infinite Justice

Halah, kakanda… kayak nggak tau aja… cinta itu, kata agnes monika, gak ada logika… :mrgreen:

anggap saja itu menjawab misteri ketertarikan no.18 pd kuririn…

dan soal punya anak, bukannya si no.18 itu stngah manusia? anggap saja itu menjawab pertanyaan soal anak mereka yg lucu itu…

*maennganggep2ajakayaknya*

Comment by yoan

hahahaha sampe segitunya! ndak pa-pa lagi kalo emang (pernah) suka sailor moon 😉

Comment by ndarieindah

@ yoan :

Halah, kakanda… kayak nggak tau aja… cinta itu, kata agnes monika, gak ada logika…

anggap saja itu menjawab misteri ketertarikan no.18 pd kuririn…

agnes mo nikah? sama siapa? apa sama dokter ganteng dari jepang ituh? 😆

tidak dinda, ingsun tidak bisa berhenti memikirkan hal ganjil sejenis ini. biarpun kartun, imajinatif, tapi teuteup sahaja kanda tidak bisa berhenti memikirkannya. sejenis slilit yang kudu segera diberesin. sialnya, kanda tiada kunjung menemukan jawabnya…

dan soal punya anak, bukannya si no.18 itu stngah manusia? anggap saja itu menjawab pertanyaan soal anak mereka yg lucu itu…

… dan ingsun tambah penasaran lagi sama urusan yang satu ini… ingsun pernah menonton filem kacangan soal cyborg, dan diceriterakan salah satu cewek cyborg hamil… ingsun nyaris bunuh diri demi melihat kekonyolan yang satu ini. si cyborg dibedah, dan dikeluarkan jabang bayinya, yang berujud sejenis perangkat/komponen elektronik… mungkin sejenis processor pada komputer, tinggal dibikinkan chasing sama pheriperalnyah…

*mabuktralala*

@ ndarieindah : anuuuh, jeng hajjah… itu rasanya jadi bad record buat saya yang pengin selalu keliatan macho… :mrgreen:

Comment by Infinite Justice

komik pertama gw, candy-candy, abis itu langsung suka sama yang namanya komik

Comment by neng fey

candy-candy dooong

Comment by neng fey

@ neng fey : ha ha… dulu kakak saya yang cewek suka juga baca Candy-Candy… saya tidak begitu tahu ceritanya, tapi pernah melihat-lihat gambarnya… jadi kalau neng fey pertama kali baca Candy-Candy, saya kira saya pertama kali baca Doraemon, dan habis itu langsung suka sama komik… 😉

Comment by Infinite Justice

haiyah ternyata OTAKU banget yah hihihi
aku ngga pernah suka mangga, meskipun suka karakter-karakternya. Untung sukanya shonen dan shojo, kalo udah adult wow hahahah, bisa dibilang hentai deh.
Ada dua seri mangga yang saya pernah baca, Doubutsu no oissha san (Dokter Hewan) dan Tokyo monogatari.
Ngga suka terlalu fiksi sih hehehe.

NB: baca mangga lebih enak langsung dari bahasa Jepangnya, lebh afdhol… itu suara bunyi-bunyi onomatope ngga bisa diterjemahin gitu saja. Dan saya byk menemukan terjemahan yang salah di mangga bahasa Indonesia hihihi

EM

Comment by Ikkyu_san

Welcome to the club, then ^_^ . My first manga was kobo chan, and found it really funny. The next would be Doraemon, Dragon Ball, Ikkyu San, and my fav is Kariage Kun…

Comment by 1nd1r4

@ ikkyu_san :

haiyah ternyata OTAKU banget yah hihihi
aku ngga pernah suka mangga, meskipun suka karakter-karakternya. Untung sukanya shonen dan shojo, kalo udah adult wow hahahah, bisa dibilang hentai deh.
Ada dua seri mangga yang saya pernah baca, Doubutsu no oissha san (Dokter Hewan) dan Tokyo monogatari.
Ngga suka terlalu fiksi sih hehehe.

ha ha ha… entah mengapa, saya merasa istilah OTAKU itu memiliki konotasi negatif, meski saya memang beneran menyukai manga. sampai sekarang pun saya masih saja membeli manga, selain kamus, literatur hingga novel. rasanya saya butuh penyeimbang, memberikan porsi yang seimbang antara bacaan berbobot, hingga bacaan ringan, mulai dari yang memancing kita untuk berimajinasi dan menerjemahkan deskripsi dalam bentuk kata-kata dan kalimat, hingga yang sudah tinggal dikonsumsi karena disajikan dalam bentuk visual.

ketimbang shonen, sebenarnya saya lebih condong ke seinen koq, bu… :mrgreen: dan sungguh, saya benci sama yang namanya hentai atau yaoi. Doubutsu no oissha san? ini sejenis Ask dr.Rin atau A.I yah? Tokyo monogatari? dongeng tokyo itu kayaq apa yah? 😕

NB: baca mangga lebih enak langsung dari bahasa Jepangnya, lebh afdhol… itu suara bunyi-bunyi onomatope ngga bisa diterjemahin gitu saja. Dan saya byk menemukan terjemahan yang salah di mangga bahasa Indonesia hihihi

ah, saya mengerti itu bu. saya kadang berasa jengkel dengan cara editing manga terjemahan, termasuk untuk onomatope (saya lebih suka menyebutnya KAKIMOJI 🙂 ) yang kadang malah merusak artwork manga itu sendiri. saya juga pernah jengkel karena mencoba membandingkan manga terjemahan legal dengan yang ilegal, dan ternyata yang versi ilegal terjemahannya lebih bagus ketimbang yang terjemahan resmi. waktu itu saya sampai berfikir, kenapa pula kualitas terjemahan yang ganjil semacam itu bisa lolos QC…

@ 1nd1r4 :

Welcome to the club, then ^_^ . My first manga was kobo chan, and found it really funny. The next would be Doraemon, Dragon Ball, Ikkyu San, and my fav is Kariage Kun…

kobo chan? seingat saya itu mah beberapa tahun setelah era kemunculan perdananya doraemon, candy candy, dragon ball sama kung-fu boy yah? dan saya malah belum sekalipun baca ikkyu san :mrgreen: Kariage kun, saya merasa manga ini adalah ‘versi dewasa’nya kobo chan loh…

Comment by Infinite Justice

memang kobo chan muncul belakangan, tapi aq ga begitu tertarik dengan doraemon dan candy2 pada awalnya. It’s not bout the time line, more about which one I like first….hehehehe. growing up with boys, I pay more interest on manga related to martial art…or something funny instead of comic cantik 🙂 . Belakangan baca serial detektif seperti Kindaichi, suka banget ama Naruto, eh…Ranma juga suka..ituh yg suka berubah jdi cewe kalau kena air. Ada yg lupa, apaan sich judulnya yg tokohnya cowo rambut panjang, ini tentang bela diri….konyol banget, cuma aku ngerasa dia cakep banget 😛 . EH kok malah ga habis2 comment…udah ahhh…pamiiitttt

Comment by 1nd1r4

@ 1nd1r4 : ah, itu rasanya saya mengerti. tapi saya dulu sempat membaca beberapa manga shoujo milik kakak saya, dengan alur yang kadang terlihat riil dan adapula yang menggelitik. yah, Ranma 1/2 hasil karya Rumiko Takahashi selain Inuyasha dan Maison Ikkoku. Saya juga masih rutin mengikuti Naruto, meski sejujurnya saya hanya menyukai Naruto sampai Chapter 244 saja. Lain dengan Dragon Ball yang saya sukai justru ketika dia mulai dewasa, saya hanya menyukai Naruto pas sebelum dia menjadi dewasa dan ditampilka di anime dengan tambahan Shippuuden. Dan soal beladiri yang tokoh utama cowok berambut panjang rasanya saya tahu, tapi lupa juga apa judulnya :mrgreen:

Comment by Infinite Justice




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: